Mengenal Hipnosis
Mengenal lebih dekat tentang hipnosis. Pasti tidak seperti yang anda bayangkan.
Sampai saat ini masih banyak pemahaman masyarakat yang tidak benar tentang hipnosis. Kebanyakan menyebut hipnotis, padahal hipnosis adalah kata yang tepat untuk menggambarkan yang sebenarnya. Masyarakat yang memandang hpnotis sebagai ilmu hitam yang penuh . dengan nuansa mistis, magis, dan klenik mungkin mengacu kepada praktek hipnotisme tradisional yang berkembang sebelum abad ke - 18. Pada kenyataannya, hipnosis adalah ilmu komunikasi persuasif yang diperkenalkan oleh Dr. James Braid pada tahun 1842 dengan mengacu kepada disiplin ilmu yang bernama "Neurypnology".
Departemen Pendidikan Amerika Serikat, yang menerima ilmu hipnosis ini pada tahun 1958 mendefinisikannya sebagai ilmu untuk mem-by pass area kritis pikiran sadar seseorang yang diiringi dengan memasukkan sebuah pemikiran selektif yang dapat diterima. Yan Nurindra, yang dikenal sebagai the Dean of Indonesian Hypnotherapy mendefinisikan hipnosis sebagai suatu seni komunikasi persuasif yang ditujukan untuk menyampaikan pesan ke pikiran bawah sadar manusia. Beliau juga mengatakan bahwa hipnosis merupakan gejala psikologi murni dan jauh dari unsur magis, mistik, kegelapan, dsb.
Hipnosis terkenal karena menggunakan kata "hipnos" yang diambil dari nama dewa yunani yang artinya dewa tidur. Kemiripannya mungkin hanya didasarkan pada kondisi klien yang dibawa pada kondisi "mirip" tidur. Padahal pengembangan ilmu hipnosis yang dilakukan oleh Dr. Milton Erickson memungkinkan seorang hipnoterapis untuk melakukan hipnosis dalam keadaan mata terbuka atau disebut (Waking hipnosis).
Lalu bagaimana sebenarnya kondisi hipnosis itu ? Sangat sederhana, ketika anda sedang berada dalam kondisi fokus yang tinggi, itulah kondisi hipnosis.
